Demokrasi Digital
AI Makin Pintar, Kita Jangan Malas Berpikir
Kecerdasan buatan hadir bukan sebagai ancaman yang harus ditolak secara membabi buta, melainkan sebagai pengungkit daya kerja manusia. AI boleh semakin pintar, tetapi manusia tidak boleh kehilangan kebiasaan untuk berpikir. Teknologi semestinya membebaskan kita dari pekerjaan klerikal yang repetitif agar kita memiliki lebih banyak ruang untuk berpikir mendalam, bukan justru membuat kita pensiun dini dari aktivitas bernalar. AI boleh membantu kita menemukan jawaban, tetapi jangan sampai karena terlalu sering bertanya kepada mesin, kita lupa bagaimana menemukan jawaban dengan pikiran sendiri.